PINTU HATI ku

Andrew In Growth design by i-one

“ANDREW SANJAY HASIAN PANJAITAN”

ANDREW = Anak Dambaan Rudy En Wife.

SANJAY = Nama India sebagai hadiah dari Nano/Nani(sebutan Kakek dari Mama Andrew yang merupakan orang Indonesia keturunan India).

HASIAN = Sebutan kesayangan yang tulus ikhlas bagi Orang Batak.

PANJAITAN = adalah marga yang disandangnya sebagai keturunan Batak Toba dan Panjaitannya Generasi yang ke 18 karena Bapaknya Nomor 17.

Senyum Brastagi nan dingin

Senyum Brastagi nan dingin

Buah hati Rudy en Resma ini dikaruniakan Tuhan tepat pada bulan Agustus tahun 2006 disaat Bapaknya yang notabene kerja di kepanitiaan tujuh belas agustusan bersama Bang Guntur Sakti yang ketika itu bertindak sebagai koordinator Humas dan Publikasi rangkaian kegiatan HUT RI tingkat Kota Batam. Tepat tanggal 21 Agustus tersebut Tuhan memberi senyuman terindah kepada kedua pasangan ini dengan kehadiran Putera tercinta serta keluarga besar Ompu Krisna Panjaitan dan Ompu Andrew Nababan (Kakek Andrew kecil). Disaat rangkaian acara peringatan HUT RI masih menggelora di tiap kecamatan- kecamatan di Kota Batam disitu pulalah bertambah gelora semangat hidup dan perjuanganku dengan kehadiran buah hati kami.

Khusus buat keluarga pun tanggal ini juga bersejarah dan punya arti penting, karena di bulan itu pula Ibu kandung dari Papa Andrew (Op. Krisna Boru) merayakan ulang tahunnya yang ke 60 tahun serta tepat di tanggal 21 Agustus 2006 itu pula Adik kandung Papa Andrew (Bapa Udanya Andrew) melangsungkan pernikahannya dengan belahan jiwanya dan bertempat di Batam serta satu lagi keistimewaan bulan Agustus tsb adalah tante Andrew, Anita Servia yang saat ini menjadi salah seorang Gadis pujaan para perjaka di seklilingnya tersebut juga merayakan Ultah di bulan Agustus ini.

Tante Nita en Tante Juwi nan Maniesz nemenin Andrew di Brastagi 2006

Tante Nita en Tante Juwi nan Maniesz nemenin Andrew di Brastagi 2006

Bisa dibayangkan betapa berlimpahnya anugerah dan cinta kasih yang diberi Tuhan ke dalam keluarga ini. Tepat pukul 11.00 malam pada tanggal 20 Agustus 2006, dimana keesokan hari hajatan besar di kalangan Orang Tapanuli dengan istilah ‘Pangoli Anak’ (Melangsungkan Pernikahan Anak Laki-lakinya), maka handai taulan dan sanak saudarapun berkumpullah di rumah sederhana di bilangan kavling Sagulung Jaya untuk mempersiapkan Pesta Pernikahan keesokan harinya. Dan pada saat itu pula sang Istri tercinta Resma Argantha Natalia Nababan mengeluh sakit. Sebenarnya kedua mertua ku alias orang tua Istri tercinta pun kebetulan telah berada di Batam karena sehari sebelumnya tepatnya hari Sabtu tanggal 19 Agustus 2006, Mertua yang jauh datang dari Pematang Siantar datang membawa sepinggan Ikan Mas yang dihidangkan dari rumah Mertua tersebut, yang dalam istilah Batak toba disebut Dekke si Mudur-udur untuk memenuhi segala permintaan sang Putri Sulung yang lagi mengandung dan sekaligus Calon Ibu tersebut.

Apabila ada selama ini hasrat yang belum tersampaikan maka dengan pemberian ikan mas tersebut maka terpenuhilah semuanya tanpa ada yang kurang satu hal pun.

Andrew digendong Inang Uda pudan en B' Jos lg tidur di pangkuan Opung Boru Toba.


Dengan ditemani Ibunda tercinta (Op. Krisna Boru) yang pada tanggal 23 April 2008 kemarin sudah di panggil menghadap Tuhan dalam damai, langsung menerjang dinginnya malam membawa Parumaen dan Istri tercinta ke Rumah Sakit. Dan sepanjang jalan dari Batu Aji menuju Rumah Sakit Santa Elizabet di bilangan Nagoya perasaan was-was campur sari dan tidak terkatakan lagi dan sampailah di Rumah Sakit tersebut. Sang dokter yang bertugas di RS tsb juga memeriksa dengan bantuan beberapa perawat serta menyampaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi proses persalinan akan kelar dan normal. Ketika itu juga saya sujud syukur kepada Tuhan seraya berucap Puji Tuhan yang Maha Mengasihi, Ini adalah Mukjizat yang kami terima dan Terpujilah ENGKAU Tuhan, ucapku dalam masa penantian tersebut.

Tepat pukul 02.00 Wib pagi lahirlah anak kami tercinta kedunia ini dalam keadaan sehat dan Ibunya pun sehat. Senyum kebahagiaan pun bertambahlah dengan kehadiranmu nak… dan Papa Andrew pun meninggalkan kalian berdua bersama mama dan Ompung Boru serta Tante Juwi karena papa harus pergi ke Batu Aji untuk menyambut tamu, undangan dan orang-orang yang telah diundang menghadiri Pesta Bapa Uda dan Inang Uda mu…

Sesaat sebelum take-off dari t4 Nano menuju Batam

Sesaat sebelum take-off dari t4 Nano menuju Batam


Hari-hari ku pun setelah itu dipenuhi kegembiraan dan suka cita serta Ucapan Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat yang berkelimpahan tersebut.

Kisahmu Nak… Jadilah Engkau Anak Kebanggaan Orang Tua mu

[gallery]

%d bloggers like this: