Antara Arloji Dan Serbuk Kayu

Rudy MM ONE_0347PINTU BERSERAH DIRI – Seorang tukang kayu yang sedang berkerja, tiba-tiba secara tak sengaja arlojinya terjatuh dan terbenam diantara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama, ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-temannya juga turut membantu mencarinya, namun mereka tetap tidak dapat menemukan arloji kesayangannya.

Ketika tiba waktu istirahat, para pekerja berhenti mencari dan meninggalkan ruangan tempat kerja mereka. Saat itu ada seorang anak yang dari tadi memperhatikan para pekerja-pekerja tadi mencari arloji tukang kayu tersebut. Kemudian anak kecil mendekati tumpukan serbuk kayu, menjongkok dan mencari. Tak berapa lama kemudian anak itu menemukan arloji tersebut dan memberikan kepada tukang kayu.

Tukang kayu sangat senang arlojinya telah ditemukan, tapi dia juga heran, karena anak itu berhasil menemukannya seorang diri, sementara tadi tukang kayu bersama banyak orang mencari dengan susah payah malah tidak ketemu.

Tukang Kayu bertanya, bagaimana caranya engkau mencari arloji ini nak?, Tanya si tukang kayu kepada anak kecil tersebut.

Si anak tersebut menjawab dengan jujur, saya hanya duduk secara tenang dilantai. Dalam keheningan itu saya mendengar bunyi tok-tak, tok-tak. Dengan itu saya tahu dimana arloji itu berada, ungkap anak itu dengan santainya.

Apa yang kita dapat dari percakapan spontan dan cenderung penuh hikmat tersebut?

Kadang ditengah kesulitan kita dalam menghadapi berbagai permasalahan, kita perlu untuk mengambil waktu sejenak dalam keheningan untuk intropeksi diri dan berdoa kepada Tuhan seraya meminta petunjuk-Nya. Ditengah keheningan Anda dapat mencurahkan semua isi hati Kita kepada Tuhan dan meminta Tuhan untuk membukakan jalan.

“Beberapa orang Dewasa termasuk si Tukang Kayu dengan grasak grusuk mencari sesuatu di dalam timbunan serbuk kayu tersebut ibarat mencari kutu dalam ijuk yang ketika kita menyeka ijuk yang satu pada saat itu pula kutu tersebut bisa berpindah. Kalau kita berserah sejenak dengan menaburkan kapur barus ke dalam ijuk itu, maka seketika itu pula kutu tersebut akan menampakkan dirinya.”

(Sebuah Cerita Ringan Yang Terkadang Sangat Kena Dengan Fakta-fakta Yang Kita Temukan Di Lapangan)

3 Comments »

  1. Jill Said:

    Bang,ceritanya Bagus.Boel ku jadikan Spiritual Message On Rhtym ? Acara on air di ZOO sebelum maghrib ?

    Makasih atas kunjungannya di laman ini yah Jill… met beraktifitas dan sukses selalu

  2. Dedy Suryadi Said:

    mantap coi tampilan dan isi FB nya..ajarin dhunk…

  3. krtxujmf Said:

    LH6mJR cviznfyytgdh, [url=http://pxksyagautzz.com/]pxksyagautzz[/url], [link=http://kyclwijpqmce.com/]kyclwijpqmce[/link], http://tltlgliralra.com/


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: