Sembilan Strategi Presiden, Sembilan Puluh Sembilan Tantangan Menghadangnya

Mengantisipasi Krisis Global Lanjutan

Rud mel close-up-lg-one_0735INDONESIA RAYA : Saya  termasuk orang yang  salut atas keberanian  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memaparkan sembilan strategi besar di bidang ekonomi untuk menghadapi krisis keuangan global yang disampaikannya dalam orasi ilmiah berjudul Ekonomi Indonesia Abad 21, Menjawab Tantangan Globalisasi.Untuk berbagi bagi kita tentang apa saja yang disampaikan Mr President kita tuh dalam acara Dies Natalis Ke-45 Institut Pertanian Bogor (IPB) dapat diangkat seperti Pertama, pembangunan ekonomi Indonesia ke depan yang memadukan pendekatan research, knowledge, dan culture. Kedua, ekonomi Indonesia harus berkelanjutan yang tidak menguras sumber daya alam dan mineral yang merupakan warisan bagi anak cucu. Ketiga, pertumbuhan disertai pemerataan.

Keempat, memperkuat ekonomi dalam negeri dan pasar domestik. Kelima, ekonomi nasional yang berdimensi kewilayahan.Keenam, memperkuat sumber-sumber investasi dan pendanaan dalam negeri. Ketujuh, meningkatkan kemandirian dan ketahanan pada bidang-bidang dan sektor ekonomi tertentu, yaitu pangan, energi, dan industri pertahanan. Kedelapan, keunggulan komperatif dan keunggulan kompetitif harus dijalankan secara bersamaan. Dan terakhir, kesembilan, mekanisme pasar untuk efisiensi  dengan peran ekonomi yang tepat untuk keadilan.

Sementara, menurut sang Presiden, penyebab utama tidak stabilnya perekonomian dunia saat ini dikarenakan terjadi ketimpangan mendasar dalam supply dan demand antara negara kuat, maju, dan kaya dengan negara yang lemah, terbelakang, dan miskin. Kedua, terjadinya bubble economy atau ekonomi gelembung  yaitu ekonomi yang ada di permukaan bukan real economy, tetapi lebih bersifat money economy yang mengakibatkan spekulasi yang berlebihan. Ketiga, peraturan institusi perekonomian global hanya menguntungkan negara-negara yang kuat dan menguntungkan multinational corporations.

Perlu dikampanyekan dan disosialisasikan, apa yang disampaikan oleh Sang Presiden tersebut merupakan ulangan apa yang telah disampaikan oleh pakar-pakar ekonomi dari berbagai perguruan tinggi terkenal di seantero Nusantara ini. Cuma, bedanya penyampai konsep tersebut adalah orang nomor 1 di Indonesia Raya ini. Dari teori kebijakan publik, presentase pelaksanaan konsep yang diyakini oleh sang pengambil kebijakan jauh lebih besar dibandingkan dengan penyampai-penyampai yang lain dalam waktu dan kesempatan yang sama.

Akan tetapi, apa yang diyakini Pak Presiden tersebut butuh dukungan seluruh masyarakat Indonesia sesuai dengan kapasitasnya masing-masing sehingga seiring sejalan membawa negara ini masuk dalam paradigma baru sebagai negara kesejahteraan (welfare state).

Sehingga, kekuatiran saya, adanya sembilan strategy akan disambut oleh sembilan pulu sembilan tantangan dari seluruh penjuru mengingat sistem ekonomi, politik, geografis bahkan sosial masyarakat masih jauh dari kemapanan, akan terhindar atau tereliminir secara berantai dan kemulusan strategi Sang Doktor dari IPB tersebut dapat terealisasi menyonsong Indonesia Sejahtera.

(*titan)

2 Comments »

  1. prieku Said:

    mudah2an pemimpin2 negara ini bisa menerapkan hal itu, shg tujuan Indonesia sejahtera bisa tercapai.

  2. pintubatam Said:

    Ma kasih atas kunjungan dan komentarnya di laman kami ini.
    Harapan kita juga lahir komitmen2 baru dan brilian untuk membawa Indonesia Raya kearah yang digdaya dan disegani di dunia internasional. Salam kenal yah..


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: