KRISIS GLOBAL VERSUS KETAHANANAN EKONOMI LOKAL

BATAM : Setelah krisis moneter yang melanda Negeri seribu pulau ‘Indonesia Raya’ ini pada tahun 1998 yang lalu memporakporandakan tatanan ekonomi yang didominasi penganut faham ekonomi konglomerasi, nyaris secara faktual belum ada kemajuan pesat yang dapat disejajarkan dengan perkembangan ekonomi pasca krisis oleh negara-negara tetangganya di Asia Tenggara ini.

Negeri yang dipesankan oleh Bung Karno sang founding father untuk tetap ‘Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa tersebut mempunyai keunikan yang tidak ditemukan di suku bangsa manapun didunia ini. Keberagaman yang ada menjadi perekat persatuan dan kesatuan yang suatu saat kelak menjadi pemimpin dunia dalam berbagai bidang.

Dari sudut pandang ekonomi global memang Bangsa yang memperjuangkan sendiri kemerdekaannya ini masih tergolong kelas bawah dalam urusan monetary fund atau Valas sehingga nilai tukar mata uang dalam negeri cenderung menjadi sorotan tajam dan seakan tidak berdaya jika dibandingkan dengan Negara lainnya yang relatif lebih mapan dan seakan menjadi rajanya ekonomi global.

Catatan itu boleh saja menghiasi perjalanan bangsa disaat seluruh komponen anak bangsa merayakan 100 tahun kebangkitan nasionalnya. Namun, perlahan dan pasti seluruh sektor telah, sedang dan akan dibenahi oleh anak bangsa yang senantiasa mengagungkan nilai-nilai kebersamaan dan kegotong-royongan serta semangat demokrasi yang dewasa sebagai corong utama pembenahan memajukan kehidupan perekonomian rakyatnya secara kontinu dan berkesinambungan.

Bangsa ini sudah cukup mapan dengan berbagai kesulitan yang dihadapi akan tetapi butuh komitmen dan regenerasi kepemimpinan yang prospektif dan berwawasan kebangsaan dengan mengakar pada hati masyarakatnya serta tumbuh dan berkembang secara simultan diatas keberagaman dan kompleksitas yang ada sebagai ramuan yang merebakkan wewangian yang takkan ada habisnya.

Sejak negeri ini dijadikan sebagai sebuah Negara yang merdeka dan berdaulat penuh, sendi-sendi perekonomian telah ditanam sedalam dasar samudera dan disirami dengan air bening keringat kehidupan masyarakatnya serta dipupuk dengan sistem pendidikan dan wajib belajar yang kredibel sehingga pertumbuhan generasi semakin matang dan terprogram dengan baik.

Salah satu sendi perekonomian yang notabene sebagai salah satu soko guru perekonomian Nasional adalah sistem ekonomi nasional berbasis lokal. Maraknya potensi-potensi ekonomi lokal sesuai karakteristik wilayahnya masing-masing dirasakan sangat ampuh dalam membangun daya tahan ekonomi yang berkelanjutan dibanding dengan sistem ekonomi konglomerasi yang mengutamakan produk luar dengan kompetisi harga yang sangat ketat.

Koperasi sebagai salah satu leading sektor yang telah memainkan peran menjadi harapan utama dalam Pemberdayaan Masyarakat sampai pelosok-pelosok ditanah air. Eksistensi koperasi pun sangat terkait dengan pemberdayaan Usaha Kecil Menengah yang dominan ditekuni oleh warga masyarakat Indonesia dengan kondisi perekonomian yang masih tahap awal untuk selanjutnya berkembang dan berpotensi sebagai kekuatan ekonomi global.

Pemerintahpun telah mengambil posisi dan petran strategis dalam inisiasi sampai problem solver dalam praktek-praktek ekonomi kerakyatan ini dengan penyelenggaraan sejumlah event khusus, yang berhubungan langsung dengan upaya peningkatan kualitas usaha, manajemen dan pasar produk UKM yang dihasilkan oleh para pelaku usaha koperasu dan pelaku UKM yang tersebar di seluruh wilayah Inonesia termasuk Pulau Batam, Rempang dan Galang (Barelang).

Even  yang telah beberapa kali diselenggarakan seperti; Pameran kerakyatan nasional koperasi dan UKM, dialog interaktif antara pelaku UKM dengan Menteri Negara Koperasi dan UKM RI, penandatangan naskah kerjasama antara Walikota Batam dengan Bank Indonesia (BI) cabang Batam dalam bidang pembiayaan,  penandatangan naskah kerjasama antara Dinas PMK-UKM Kota Batam dengan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Darul Fallah dalam rangka pengembangan tempat praktek usaha mandiri, penandatangan prasasti Graha Wisata School Batam milik Kopkar PT AIT oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM RI, serta terakhir penyerahan dana bergulir kepada UKM yang bersumber dari APBD Kota Batam tahun 2008  oleh Walikota Batam, dan penyerahan piagam koperasi berkualitas tingkat Kota Batam pada tahun 2008 yang lalu.

Kesemua program tersebut diatas menjadi pemacu dan pemicu pertumbuhan ekonomi kerakyatan khususnya sektor UKM yang senantiasa mendapat porsi khusus untuk diprioritaskan untuk pengembangan bahkan pemasarannya.

(*titan)

1 Comment »

  1. […] KRISIS GLOBAL VERSUS KETAHANANAN EKONOMI LOKAL October 15, 2008 5:45 pm admin Dari Blogger – Agreegator Dari https://pintubatam.wordpress.com/2008/10/15/krisis-global-kontra-ketahananan-ekonomi-lokal/ […]


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: