Standar Bangunan Perlu Penegasan Sesuai Aturan

Tidak sesuai, Pemilik Bangunan Terancam Kena Sanksi

Pemberian Nama Pantai Melayu Berdendang oleh Walikota Batam Ahmad Dahlan

Pantai Melayu Berdendang digagas oleh Walikota Batam Ahmad Dahlan (f : I-one)

BATAM : Berbagai bencana kebakaran yang terjadi akhir-akhir ini menimpa bangunan-bangunan  yang digunakan sebagai pusat perbelanjaan menarik untuk disimak dan diamati, terutama dikaitkan dengan standar kelayakan bangunan tersebut sebagai tempat berkumpulnya masyarakat dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.

Sebagaimana yang kita ketahui, sebelum sebuah bangunan dioperasionalisasikan sesuai fungsi dan kegunaannya, telah melalui berbagai proses yang sudah tentu diatur oleh berbagai aturan lintas teknis pula. Hal ini yang menarik untuk diamati terutama terkait dengan standar bangunan gedung tersebut sehingga laya disebut bangunan yang aman (safety) dari berbagai ancaman bahaya termasuk kebakaran yang sudah diatur baik dalam Undang-Undang (UU), peraturan pemerintah, maupun keputusan menteri bahkan Peraturan Daerah pun mencoba mengadopsi berbagai karakteristik wilayah setempatnya dengan tidak kontradiktif dengan aturan yang lebih tinggi dalam mengatur tata bangunan kotanya.

Sebagai induk tentang bangunan, UU Nomor 28 Tahun 2002, secara tegas telah mengatur tentang  persyaratan, ketentuan umum, asas yang diterapkan, baik administrasi maupun teknis. Sementara mengenai desain menyangkut persyaratan arsitek dan kehandalan bangunan. Selain juga hal-hal penting lainnya yang diatur secara tegas seperti yang tinggal di dalam, baik rumah pribadi, maupun bangunan umum, apakah untuk jasa, pendidikan, atau sosial.

Selain itu, ada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2005. Produk hukum ini mengatur tentang IMB yang memuat tentang standar sebuah bangunan yang harus memiliki sempadan antara bangunan yang satu dengan bangunan lainnya. Hal ini sangat erat kaitannya dengan kondisi darurat seperti kebakaran, dapat memudahkan dalam mengambil langkah-langkah evakuasi barang maupun orang yang berada dalam bangunan itu. Aksesibilitas bagi petugas pemadam kebakaran juga diatur secara detail dalam PP tersebut.

Lebih fokus dalam upaya evakuasi adalah akses dalam sirkulasi orang dari dan ke tangga sehingga penyelamatan dapat diupayakan. Untuk bangunan publik berbagai lantai harus dilengkapi dengan tangga darurat yang bisa dilalui dan bersih dari rintangan dari atas sampai ke bawah serta bahan pintunya pun berupa anti api untuk beberapa saat lamanya, sehingga upaya-upaya evakuasi dapat dilaksanakan.

Berbagai kejadian yang telah mengejutkan semua pihak di Batam dalam kurun waktu 3 bulan terakhir manjdai bahan evaluasi penting bagi seluruh instansi yang terkait dengan fasilitasi bangunan fisik di Batam sehingga aspek-aspek keselamatan (safety) menjadi prioritas dan perhatian semua pihak serta menindak pihak-pihak yang lalai dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Secara prospektif dapat disimpulkan bahwa sebuah bangunan dapat dikategorikan safety apabila bangunan tersebut memenuhi standar dan desain arsitektur, standar teknis, dan bangunan yang  memiliki IMB serta konsistensi dalam aplikasi bangunan tersebut sesuai dengan yang diatur dalam IMB dan bangunan itu difungsikan seperti yang diajukan dalam IMB sampai pada maintenance dan perawatan berkala sesuai standar teknis yang berlaku.
Sementara bangunan yang difungsikan ke publik memiliki perbedaan dan tingkat keamanan bangunan yang lebih safety. Selain IMB, juga harus memiliki Surat Bukti Pelaksanaan Mendirikan Bangunan (SBPMB). Surat ini menyangkut fungsi dan layak fungsinya suatu bangunan.

Hal ini juga terkait dengan penyalah gunaan atau alih fungsi bangunan tertentu. Pengalihan fungsi sebuah bangunan dibenarkan jika persyaratan dalam merealisasikan safety penggunaan bangunan tersebut sudah dipenuhi dan tidak membahayakan bagi penggunanya kelak serta ada jaminan dalam pelaksanaan perawtan secara berkala. Hal ini penting karena spesifikasi awal bahan bangunan serta konstruksi yang ada tidak direncanakan dari awal atau tidak sesuai dengan kegunaan setelah pengalihan fungsi bangunan tersebut.

Termasuk juga, pusat perbelanjaan seperi Mall atau department store, yang setiap hari digunakan untuk aktifitas bisnis dalam berbagai kapasitas barang dan orang sehingga membutuhkan perawatan yang lebih intensif dan berkala serta dipastikan legalisasi dan kualifikasi instansi yang mengeluarkan sertifikat layak fungsi bangunan tersebut sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari atau dideteksi secara dini untuk menghindari korban.

(*titan)

3 Comments »

  1. […] Standar Bangunan Perlu Penegasan Sesuai Aturan October 10, 2008 7:14 pm admin Dari Blogger – Agreegator Dari https://pintubatam.wordpress.com/2008/10/10/standar-bangunan-perlu-penegasan-sesuai-aturan/ […]

  2. farhan Said:

    Yang ngeri tu Imperium Superblok Bos… Ngeriiii

    Ngeriiiii sih harga nya …

  3. Perlu lebih hati-hati memperhatikan lingkungan sekitar kita pak ya…

    Yuupz, kadang kite dah bangun dari standar awal, padahal menyalahi ame yang lain khan repot ntar kalo di bongkar lagi. Alih2 kayak Twin Tower di Amrik sono he he he


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: