SIGNIFIKANSI SHARE INFORMASI TERHADAP KEPATUHAN HIBURAN MALAM

BATAM : Pemerintah Kota Batam sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam harmonisasi seluruh aktivitas ektor ekonomi, sosial, budaya, kemananan dan ketertiban serta sektor keagamaan yang saat ini sangat fokus diperbincangkan terutama dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan di Kota Batam nampaknya telah berupaya untuk tetap komit dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan publik yang logis dan mengakomodir kependingan semua pihak.

Apo beda PFI dengan FPI bung...!

Antara PFI dengan FPI bung...!

“Sejatinya sebagai umat beragama, kita dapat menghormati Umat Islam yang menjalankan Ibadah Puasa dengan memberikan kesempatan dan keleluasaan dalam mengamalkan dan menjalankan Ibadahnya…”

Untuk memberikan jaminan efektifitas kebijakan publik yang dikeluarkan Walikota Batam dalam bentuk Perwako tersebut, maka harapan besar tersebut didelegasikan kepada Tim Terpadu Kota Batam yang terdiri dari Satpol PP Kota Batam, POLTABES Barelang, KODIM 0316/Batam, LANAL Batam, Pengadilan Negeri Batam, Dinas Sosial dan pemakaman Kota Batam serta Dinas Pariwisata Kota Batam sebagai insatansi yang professional dalam bidang kepariwisataan tersebut. Termasuk juga dalam tim, organisasi massa Islam sebagai perwakilan umat Islam yang saat ini melaksanakan Ibadah Puasa.

Dalam menegakkan Perwako No. 25 Tahun 2008, tim nampaknya tidak main-main. Pasalnya hari keempat bulan puasa tepatnya dini hari (05/09/08), Tim yang fokus mengawasi waktu penyelenggaraan usaha Kepariwisataan khususnya dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1429 H sejak pukul 24.00 wib telah melaksanakan apel siaga persiapan dan pembagian tugas untuk eksekusi pada kali ketiga pergerakan tim tersebut.

Tim langsung dibagi 2 sebagaimana biasa, 1 tim mengawasi di bilangan Nagoya dan Jodoh sekitarnya, sementara tim satunya lagi menyusuri kawasan Muka Kuning, Batu aji menuju Marina dan kembali lagi ke Batam Centre.

Dari 17 usaha kepaiwisataan yang dikunjungi seperti Maxim Nite Club, Pelita Hotel Karaoke, New Pesona, Legenda Karaoke, Legenda Karaoke, permata indah, Hotel Indah (B-one), B-Groove yang berada di Hotel 89, G-G pub di Nagoya Plasa, No Name di Hotel Harmoni, Goodway Hotel Café, Hotel Sentosa Karaoke dan Amazon di Hotel Pelita serta temptation Karaoke Hotel Mercure.
Dari sederet nama usaha kepariwisataan tersebut, hanya nama terakhir yang buka dan langsung disegel oleh Dinas Pariwisata atas nama Tim Terpadu Kota Batam.

Drs. Azman, MP, KASATPOL Pamong Praja Kota Batam, di lokasi kejadian perkara mengatakan, tim pengawasan waktu penyelenggaraan usaha kepariwisataan ini bergerak secara kompak dan masing-masing instansi yang tergabung dalam tim sudah sangat paham prosedur dan mekanisme operasional dilapangan sehingga kita sampai saat ini belum menemui kendala berarti, tangkasnya.

Dan satu hal lagi, Tim dalam melaksanakan tugasnya tidak memandang bulu alias pilih kasih. Kita awasi secara keseluruhan dan dengan sistem acak sehingga tidak bisa dikondisikan oleh oknum-oknum tertentu yang dapat mengakibatkan kinerja tim kurang optimal dalam razia tersebut nantinya, tegasnya lagi disela-sela apel siaga tersebut.

Dari pengamatan Bagian Humas Pemko Batam yang selalu mengikuti dalam melakukan eksplorasi data obyektif dilapangan yang disampaikan Rudi TH Panjaitan, SSTP, M.Si, secara tidak langsung ada pengaruh yang signifikan antara kepatuhan para pelaku usaha kepariwisataan dengan share informasi dan sosialisasi yang telah disebarluaskan sebelumnya baik melalui media maupun melalui pemberitahuan langsung. Satu hal yang perlu dicatat juga bahwa ketegasan tim tanpa kompromi sebagai perpanjangan tangan Walikota Batam juga berpengaruh besar dalam meningkatkan kepatuhan para pelaku usaha tersebut.
Hal ini dapat dilihat dari persentasi yang patuh dan yang tidak patuh tadi malam saat sidak jam tutup dilaksanakan. Sejatinya juga sebagai umat beragama dan hidup rukun dengan sesama di Kota Batam sudah merupakan hal yang lumrah, kita dapat menghormati Umat Islam yang saat ini menjalankan Ibadah Puasa dengan memberikan kesempatan dan keleluasaan dalam mengamalkan dan menjalankan Ibadahnya dengan kapasitas dan keberadaan kita masing-masing, lanjut Rudi secara bijak menutup pembicaraan.

(*titan)

3 Comments »

  1. Mr Bin Said:

    Yang seharusnya pabriknya aja ditutup dan surat ijinnya dicabut yaaa
    kasihan pengusahanya udah dibeli tapi tak bisa dijual

    • pintubatam Said:

      He he he… tulang ini emank main berangus aje yah… Tapi kita cuma share informasi ame temen2 pengusaha hiburan malam itu pun sebenarnya sudah efektif untuk saling menghormati. Yah kita cuma berharap dengan kesepakatan ini win-win solution lah yang jadi tujuan akhir…. Ma kasih ya bos

  2. Mr Bin Said:

    Maksudnya coba kita pikir dulu yee… orang kecil yang jual minuman
    ditangkap.. dilarang sembarangan jual minuman keras… padahal surat ijin produksi ada… gimana pabrik Alkohol ditutup aja kan selesai masalahnya kan…. kadanag kios kecil di rajia modal hidupnya hanya itu saja… kasihan kan… aduh…. amang oe amang jo

    Cocok juga komandan ini jadi Kepala Diakoni Sosial untuk memberdayakan yang tertindas. Tapi yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini adalah kepatuhan para pengusaha hiburan malam dengan sosialisasi tentang jam buka tutup hiburan malam sangat efektif sehingga bukan tidak mungkin hal ini menjadi acuan selanjutnya penerapan kebijakan ini. Sehingga kenyamanan semua orang dapat tercipta atau dengan kata lain win-win solution lah. he he he ma kasih tul…


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: