POTENSI EKSPOR BAHAN BAKU KOSMETIK DUNIA DARI PULAU JALOH

“…kontinuitas dan kegigihan warga dalam menekuni ternak rumput laut tersebut yang saat ini memang mengalami pola permintaan pasar (demand) yang cukup tinggi…”

P. JALOH : Potensi pulau-pulau penyangga Kota Batam yang lebih prospektif ke mancanegara sepertinya bukan hanya cerita belaka. Dari kunjungan langsung pada hari ketiga Safari Ramadhan Walikota Batam beserta rombongan dengan menelusuri pulau-pulau terluar di Pulau Batam menunjukkan indikasi dan prospek ekonomi tersebut. Setelah Karas yang berbatasan langsung dengan Bintan, kemudian pulau Pemping yang berbatasan langsung dengan Singapura dan kemarin (04/09/08) giliran pulau penghasil ternak rumput laut pulau Jaloh kecamatan Bulang yang berbatasan langsung juga dengan Moro, Karimun dikunjungi para pemimpin Batam tersebut.

Perjalanan menuju pulau Jaloh dari pelabuhan Sekupang seakan menjadi eksplorasi lepas pantai dengan mengelilingi peisir pulau Batam. Sebelum sampai di pulau Jaloh ada beberapa pulau berturut-turut yang dilewati rombongan Walikota Batam tersebut seperti pulau Lengkang, pulau Sarang, pulau Kasu, pulau Panjang, pulau Pecung, pulau Kepala Jeri yang juga berbatasan langsung dengan Moro Kabupaten Karimun.

Sesampai di pulau yang berpenduduk sekitar 900 jiwa tersebut dan terdiri dari 300 KK serta dominan penduduk berpenghasilan Nelayan tersebut, Walikota disambut pagar betis warga yang dengan antusias menyalami rombongan Safari Ramadhan tersebut.
Dalam sambutannya, Walikota Batam menyampaikan pentingnya semangat persatuan diantara kaum Melayu serta ukhuwah islamiyah sebagai perekat kebersamaan kita dalam menjalankan aktivitas keseharian di pulau Jaloh ini, harap Dahlan sesaat sebelum berbuka puasa bersama warga di pulau yang mempunyai sejarah unik dalam penyebutan nama pulau tersebut.
Salah seorang tokoh masyarakat, yang selama 13 tahun menjadi Ketua RW di pulau Jaluh tersebut, Pak Raya, dengan menghela nafas ujurnya seraya mengenang masa kecilnya dulu mengatakan asal muasal pulau Jaluh berasal dari letak pulau tersebut yang dijadikan oleh para pelancong sebagai jalur transportasi baik dari dan ke Karimun dan Tanjung Pinang.
Bahkan Pemko Batam yang mempunyai program Kapal Perintis yang menghubungkan pulau-pulau di hinterland pun menjadikan pulau ini sebagai tempat bersandar Sri Todak, Sri Lengkang dan Sri Galang sebelum berlayar setiap harinya membawa lalu lintas barang dan orang di wilayah-wilayah hinterland tersebut.
Dalam sambutannya, Walikota Batam juga langsung merespon keluhan masyarakat Jaloh dengan keberadaan toilet dan kamar mandi di Masjid Darussalam yang belum rampung. Dan dengan sekali sebut nama sumbanganpun berjalan. Sebanyak 10 orang eselon II Pemko Batam dan unsur Muspida dan bahkan Walikota Batam yang mempunyai inisyatif digotong rame-rame bak penayangan salah satu iklan produk di stasiun televisi, langsung menggelontorkan jiwa sosialnya dengan sumbangan spontan dengan besaran minimal 500 ribu. Keluhan masyarakat pun langsung tertangani seketika itu. Setelah sambutannya, Dahlan juga menyampaikan sumbangan kepada pengurus Masjid Darussalam sebesa 5 juta rupiah. Sumbangan ini khusus untuk Masjid dan tidak termasuk ke urusan pembuatan toilet, kelakar Dahlan disambut gemuruh senyuman warga dan hadirin yang memadati Masjid tersebut.
Sementara Lurah Pantai Gelam, Rafiah Yusuf, mengatakan infrastruktur dasar dan pendukung di Pulau Jaloh yang sudah ada saat ini seperti 1 unit SD Negeri 010, 1 unit SMP Negeri 19, Polindes dan 1 unit Madrasah serta 3 unit Kapal perintis yang selalu bertolak dan bersandar di pulau Jaloh, terang nya. Lebih lanjut Lurah yang merupakan penduduk asli pulau Jaloh tersebut berharap, keberadaan pelantar di pulau Jaloh dan pulau Cengkui yang sudah hampir ambruk dan lapuk dimakan usia supaya dapat diprioritaskan untuk membantu aksesibilitas perekonomian dan transportasi masyarakat pulau, katanya dihadapan rombongan Walikota Batam sesaat sebelum bertolak ke Batam.
Selain itu, dari beberapa warga yang ditemui langsung terlihat sedang mengumpulkan hasil ternak agar-agar di kendi-kendi dan atap rumahnya masing-masing yang berasal dari rumput laut yang dipanen setiap 3 bulan sekali. Masih menurut beberapa warga di pulau Jaloh, rumput laut tersebut merupakan bahan baku kosmetik serta makanan dengan kualitas ekspor tujuan Jepang dan China.

Warga Menyambut Dahlan sampai ke Pelantar

Warga Menyambut Dahlan sampai ke Pelantar

Kasubbag Dokumentasi Bagian Humas Pemko Batam, Rudi TH Panjaitan, S.STP, M.Si, mengatakan potensi yang dimiliki pulau-pulau penyangga disekitar Batam tersebut sudah dikelola dengan pihak KADIN Batam dan Dinas PMP & KUKM Kota Batam dengan fasilitasi permodalan melalui program P2EKPK atau yang lebih lazim dikenal dengan pinjaman modal bergulir maupun program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) dari Dinas KP3K Kota Batam. Termasuk jaringan dan prospek pemasaran produk-produk berkualitas ekspor tersebut sudah dikemas dengan baik oleh KADIN Batam, tinggal kontinuitas dan kegigihan warga dalam menekuni ternak tersebut yang saat ini memang mengalami pola permintaan pasar (demand) yang cukup tinggi, tangkas Rudi, yang dalam beberapa kali Safari Ramadhan ke pulau-pulau selalu ikut melihat langsung masyarakat Hinteland dan potensi ekonomi mereka. (*titan)

4 Comments »

  1. IP Said:

    terimaksih atas berita tentang jaloh, semoga apa yang kita rencanakan dan kita lakukan menjadi manfaat bagi semua

  2. mail Said:

    terima kasih banyak!!! kerna sudah memasukkan tempat kalahiran saya ke google,nama saya ismail,tanya aja di pulau jaloh pasti semau org kenal….thanks!!!

  3. mail Said:

    Semoga pulau jaloh akan lebih maju dihari2 yg akan datang….GOOD LUCK PL.JALOH!!!!


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: