MENSOS : LAWAN KEMISKINAN DENGAN KERJA KERAS

BATAM – Jumlah orang miskin di Indonesia memang masih dalam jumlah yang tidak sedikit dengan angka yang mencapai 34 juta jiwa termasuk orang miskin di Kota Batam yang masuk kriteria Departemen Sosial RI sebanyak 19 ribu jiwa sebagai rumah tangga miskin (RTM). Perlahan sesuai dengan kebijakan Pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan diupayakan semakin berkurang lewat program terpadu dan kontinu lewat pengentasan kemiskinan diseluruh kantong-kantong masyarakat miskin.

“kemiskinan yang menjadi musuh bersama kita ini, perlu kita perangi dan basmi dengan upaya dan kerja keras seluruh lapisan masyarakat”

Menteri Sosial RI, Bachtiar Chamsyah, sebagai salah satu Menteri yang diinstruksikan Presiden SBY beberapa waktu lalu untuk fokus dalam mengurangi atau bahkan mengentaskan kemiskinan di Indonesia, berkunjung ke Batam untuk melakukan intervensi terhadap pola hidup masyarakat miskin di Batam melalui penyerahan bantuan bahan bangunan rumah (BBR) yang akan diperuntukkan untuk renovasi rumah yang tak layak huni.

Untuk itu, kemiskinan yang menjadi musuh bersama kita ini, perlu kita perangi dan basmi dengan upaya dan kerja keras seluruh lapisan masyarakat sehingga taraf hidupnya semakin meningkat kearah yang lebih sejahtera, lanjutnya disambut tepukan ratusan masyarakat di tanjung Riau kemarin (29/08/08).

Untuk memancing peran serta seluruh komponen bangsa dalam membantu upaya pengentasan kemiskinan, pemerintah menganggarkan perbaikan untuk 200 rumah tak layak huni di Batam dengan nilai masing-masing sebesar Rp 10 juta per rumah yang berasal dari APBN.
Sedangkan secara nasional, Mensos Bachtiar Chamsyah mengatakan warga miskin mulai berkurang. Dari 37,5 juta pada tahun 2004, berkurang menjadi 34,1 juta.
Kebijakan ini dikeluarkan Bachtiar selaku Mensos untuk bantuan renovasi rumah tangga miskin dan rumah yang akan direnovasi bukanlah rumah ilegal seperti ruli. Rumah harus memiliki izin tanah yang sah untuk pendirian rumah. Keluarga yang rumahnya direnovasi pun, harus memiliki KTP Batam, KK, dan bukti status lahan yang sah.
Uang Rp10 juta per rumah itu, akan dibelikan bahan bangunan yang dinilai dibutuhkan dengan kondisi rumah saat ini. Di dalamnya sudah termasuk biaya upah pekerja.
Walikota Batam, Ahmad Dahlan, mengatakan, komitmen Pemerintah untuk membantu peningkatan taraf hidup masyarakat khususnya rumah tangga miskin yang memiliki rumah tak layak huni perlu diupayakan secara terpadu dan bersifat untuk rangsangan kepada masyarakat sehingga kemampuannya semakin baik. Butuh dukungan semua pihak sehingga masyarakat kita berangsur-angsur mengalami peningkatan taraf hidup dan semakin sejahtera, lanjutnya.
Sementara, Kadis Sosial dan Permakaman Kota Batam, Syuzairi, dalam laporannya menyampaikan saat ini jumlah rumah tangga miskin di Batam sebesar 19.750 rumah yang sudah, sedang dan akan mendapatkan perhatian pemerintah sebagai upaya dalam mendorong masyarakat miskin mempunyai semangat untuk bangkit dari kondisi tersebut.
Lanjutnya lagi, pekerja yang bakal merenovasi rumah warga nantinya, adalah mereka yang ditunjuk oleh Depsos melalui Dinsos dan lebih diarahkan dengan gotong royong warga setempat sehingga semangat kebangkitan dari kondisi tersebut semakin tumbuh. Hasil survei awal yang dilakukan Dinas Sosial & Permakaman Kota Batam bekerja sama dengan Parmusi Batam, rumah tak layak huni banyak terdapat di Tanjungriau sebanyak 25 rumah, Tiban Kampung sebanyak 20 rumah, Seraya, Pulau Pecong, Pulau Kasu, juga rumah-rumah di Belakangpadang dan Batuampar dengan jumlah keseluruhannya mencapai 200 rumah tangga miskin.
Salah satu warga yang berkesempatan rumahnya termasuk dalam program bedah rumah tersebut, Pak Munaf (68 th) mengaku kaget dan berterima kasih kepada Allah SWT dengan dibukakannya pintu hati para pemimpin untuk membantu warganya yang memang dalam kondisi susah, katanya terbata-bata didalam rombongan Menteri yang meninjau langsung lokasi rumah yang akan dibantu tersebut.
Kasubbag Dokumentasi Humas Pemko Batam, Rudi Panjaitan, M.Si, mengatakan adapun kriteria rumah tak layak huni yang menjadi obyek dalam pengentasan kemiskinan ini adalah rumah yang tidak memiliki akses khusus ke fasilitas MCK, tidak mendapat penerangan cahaya matahari, letaknya tidak teratur, tidak memiliki ventilasi, rumah tidak memiliki sekat, dan berlantai papan dan/ atau tanah. (*titan).

1 Comment »

  1. FAB kt Batam Said:

    Forum Arus Bawah Batam
    Terima kasih Pak Menteri dan Pak Pemko…
    Perhatian sprt ini bagus… tapi nampaknya akan memanjakan kami masyarakat miskin nih…
    Kalo boleh kasih masukan, program Padat Karya yang dulu tuh bagus untuk masyarakat miskin. sekarang kog tak ada lagi yah…


{ RSS feed for comments on this post}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: